Peringatan Nuzulul Qur’an dan Penutupan Pesantren Ramadan MTsN 12 Jombang: Menguatkan Cinta Al-Qur’an dan Nilai Kedamaian
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti keluarga besar MTsN 12 Jombang pada Jumat pagi, 13 Maret 2026. Pada hari tersebut, madrasah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H. Kegiatan berlangsung sederhana namun dikemas dalam suasana santai dan menyenangkan, sehingga para siswa dan guru dapat menikmati rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Acara dibuka oleh pembawa acara Zulfarida Aura Putri, siswi kelas IX C yang juga dikenal sebagai juara Pemilihan Dai Remaja (Pildaraja). Dengan suara khas yang penuh semangat, ia memandu jalannya acara sehingga suasana menjadi hidup dan penuh antusiasme.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Moh. Nauval Darry Abiyyu, siswa kelas VII F yang merupakan juara nasional qori’ cilik tahun 2026. Dengan suara merdu dan irama tilawah yang indah, Nauval melantunkan ayat dari Surah Al-Baqarah Ayat 183 yang menggema syahdu di ruangan, menghadirkan suasana khusyuk yang menenangkan hati para hadirin.
Ayat tersebut berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
yang berarti:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menegaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan sarana pembinaan spiritual untuk membentuk manusia yang bertakwa. Nilai ketakwaan inilah yang menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah Ramadan sekaligus selaras dengan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 12 Jombang, Bapak Sulthon Sulaiman.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini terasa sangat istimewa karena mengangkat tema “Amanah Ekoteologis dalam Al-Qur’an dan Jalan Perdamaian Dunia.”
Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memberikan pedoman bagaimana manusia menjaga keseimbangan kehidupan di bumi.
Hal tersebut sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah pada Surah Ar-Rum Ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
yang bermakna:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia.”
Melalui ayat tersebut manusia diingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di bumi tidak lepas dari perilaku manusia sendiri. Oleh karena itu manusia diberi amanah sebagai khalifah di bumi untuk merawat dan menjaga alam, bukan merusaknya.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa menjaga kelestarian alam memiliki hubungan erat dengan terciptanya perdamaian dunia. Banyak konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia berawal dari perebutan sumber daya alam seperti air, tanah, dan energi. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan merupakan langkah awal untuk membangun kehidupan yang damai.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Madrasah juga mengajak para siswa menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat untuk menanamkan dua tekad penting dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menjadi generasi yang peduli terhadap alam melalui tindakan sederhana seperti tidak menyisakan makanan dan mengurangi penggunaan plastik. Kedua, menjadi generasi pembawa kedamaian dengan menghargai perbedaan serta menjauhi perilaku perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
“Jika kita hidup damai dengan alam, maka alam akan damai dengan kita, dan kedamaian dunia pun dapat terwujud,” ungkap beliau.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian mauidhoh hasanah oleh Bapak H. Taufiq Mahfudz Al Hafidz.

Dalam tausiyahnya beliau menjelaskan keistimewaan Al-Qur’an dibandingkan dengan kitab-kitab samawi lainnya.
Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang kemurnian dan keasliannya senantiasa terjaga hingga hari ini. Hal ini karena Al-Qur’an merupakan wahyu yang berasal dari Dzat Yang Maha Suci, yaitu Allah SWT, disampaikan melalui makhluk yang suci yakni Malaikat Jibril, serta diterima oleh manusia pilihan yang suci yaitu Nabi Muhammad SAW.
Keotentikan Al-Qur’an kemudian dijaga oleh Nabi Muhammad SAW dengan mengajarkannya kepada para sahabat. Para sahabat menjaga Al-Qur’an melalui hafalan dan tulisan sehingga kemurniannya tetap terpelihara hingga generasi sekarang tanpa mengalami perubahan sedikit pun.
Dalam penutup tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak cukup hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Jika kita menjaga Al-Qur’an, maka Allah akan menjaga kita,” pesan beliau kepada para peserta Pesantren Ramadan.
Suasana ceramah semakin hidup ketika beliau menutup tausiyahnya dengan pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para siswa:
Jalan-jalan ke Pantai Gemah
Jangan lupa beli alpukat dan degan
Nuzulul Qur’an akan jadi meriah
Jika kita perbanyak baca Al-Qur’an
Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus penutupan Pesantren Ramadan ini kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Bapak H. Taufiq Mahfudz Al Hafidz.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dipahami dan diamalkan dalam kehidupan.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 12 Jombang terus berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter peserta didik yang religius, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjadi generasi pembawa kedamaian di tengah masyarakat.
Solomon

