MTsN 12 Jombang Gelar Pesantren Ramadhan 1447 H: Menguatkan Ibadah dan Menumbuhkan Kesadaran Ekoteologi

Senin pagi, 9 Maret 2026, suasana halaman MTsN 12 Jombang tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa-siswi berkumpul dengan penuh khidmat untuk memulai rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H, sebuah program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 9–13 Maret 2026.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah sebanyak empat rakaat di halaman madrasah. Dengan tertib dan penuh kekhusyukan, seluruh siswa mengikuti rangkaian ibadah tersebut sebagai bentuk pembiasaan spiritual di awal hari. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembiasaan doa pagi, sebagai munajat kepada Allah SWT sebelum memulai rangkaian pembelajaran dan aktivitas di madrasah.
Tepat pukul 07.30 WIB, kegiatan pembukaan Pesantren Ramadhan secara resmi dilaksanakan. Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Madrasah Sulthon Sulaiman.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum pendidikan spiritual bagi seluruh peserta didik.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan pendidikan spiritual bagi umat Islam. Ramadhan mengajarkan kita tentang kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, madrasah tidak hanya berkewajiban mencerdaskan peserta didik secara intelektual, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial,” ungkap beliau di hadapan para guru dan siswa.
Pada tahun ini, Pesantren Ramadhan MTsN 12 Jombang mengangkat tema “Ramadhan Hijau: Mengintegrasikan Ekoteologi dalam Ibadah untuk Mewujudkan Generasi Madrasah yang Rahmatan lil ‘Alamin.” Tema ini menjadi refleksi bahwa ibadah kepada Allah SWT tidak hanya diwujudkan melalui shalat, puasa, dan tilawah Al-Qur’an, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah juga menegaskan bahwa Islam mengajarkan manusia sebagai khalifah fil ardh, yakni pemimpin sekaligus penjaga bumi. Karena itu, menjaga kebersihan, merawat lingkungan, menghemat sumber daya, serta tidak merusak alam merupakan bagian dari wujud ketaatan kepada Allah SWT.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, beliau berharap seluruh siswa MTsN 12 Jombang dapat semakin rajin beribadah, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT. Inilah wujud nyata generasi madrasah yang membawa rahmat bagi seluruh alam, atau yang dikenal dengan konsep rahmatan lil ‘alamin.

Di akhir sambutannya, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan guru yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pesantren Ramadhan MTsN 12 Jombang Tahun 1447 H / 2026 M secara resmi dinyatakan dibuka.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dan dipandu oleh Ketua Panitia Pesantren Ramadhan 2026, H. Taufiq. Dengan sigap dan terarah, beliau menjelaskan secara rinci alur kegiatan pesantren Ramadhan, termasuk pembagian ruang kelas yang akan digunakan selama kegiatan berlangsung.

      

Menariknya, sebanyak 18 kelas reguler di madrasah tersebut diorganisasi ulang menjadi 6 kelas khusus Pesantren Ramadhan. Pengelompokan ini dilakukan untuk memudahkan sirkulasi pembelajaran, sehingga setiap siswa dapat mengikuti seluruh materi secara bergantian dengan lebih efektif dan terstruktur.
Adapun materi yang diberikan dalam Pesantren Ramadhan tahun ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga menekankan praktik ibadah secara langsung, sehingga siswa dapat memahami sekaligus mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Materi tersebut meliputi:
Bersuci dari hadats kecil maupun besar, beserta seluruh pembahasan turunannya serta praktiknya.
Sholat wajib dan sunnah, lengkap dengan materi fiqih serta praktik pelaksanaannya.

Puasa wajib dan sunnah, termasuk pemahaman hukum dan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari.
Zakat dan sedekah, mencakup pemahaman konsep, hikmah, serta praktik kepedulian sosial.
Praktik ekoteologi, yaitu pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
Integrasi materi ibadah dengan konsep ekoteologi menjadi ciri khas Pesantren Ramadhan tahun ini. Para siswa tidak hanya diajak memahami kewajiban ibadah secara ritual, tetapi juga diajak menyadari bahwa menjaga lingkungan, merawat alam, dan hidup secara bijak terhadap sumber daya merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Dengan pendekatan ini, MTsN 12 Jombang berharap dapat menanamkan kesadaran kepada para siswa bahwa ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah), tetapi juga hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas) serta dengan alam semesta.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan yang berlangsung selama lima hari ini, diharapkan lahir generasi siswa MTsN 12 Jombang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat, akhlak yang mulia, kepedulian sosial yang tinggi, serta kesadaran ekologis dalam kehidupan sehari-hari.
Inilah langkah nyata madrasah dalam menyiapkan generasi yang membawa keberkahan bagi kehidupan, generasi yang mampu menjadi rahmat bagi seluruh alam — rahmatan lil ‘alamin.

Solomon

Leave a Comment