Menuju Madrasah Bilingual: Pagi Semangat dalam Gema “English Habitual Conversation” di MTsN 12 Jombang
JOMBANG – Kamis (5/2/2026) pagi, suasana di halaman MTsN 12 Jombang nampak berbeda dari biasanya. Usai melaksanakan Shalat Duha berjamaah dan melangitkan doa bersama pada pukul 07.00 WIB, seluruh siswa dan tenaga pendidik tidak bergegas masuk ke ruang kelas. Mereka berkumpul dalam satu harmoni untuk mengikuti agenda mingguan yang menjadi ikon unggulan: English Habitual Conversation.
Kegiatan rutin setiap Kamis pagi ini bukan sekadar formalitas. Ia adalah langkah nyata MTsN 12 Jombang dalam mengejar target besar menjadi Madrasah Bilingual. Dengan konsistensi yang terjaga, madrasah ini berupaya mematahkan stigma bahwa bahasa asing itu sulit, dan membuktikannya melalui pembiasaan yang menyenangkan.
Kepala Tata Usaha Turun Tangan: Bahasa Inggris Itu Mudah! Ada yang istimewa dalam pertemuan pagi ini. Bertindak sebagai pemateri adalah Bpk. Rusdihardjo, S.Pd., yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Tata Usaha (TU) MTsN 12 Jombang. Dikenal memiliki kemahiran bahasa Inggris yang mumpuni, beliau tampil energik di hadapan ratusan siswa. Mengangkat tema “Daily Activity”, Pak Rusdihardjo membawakan materi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Beliau menekankan bahwa penguasaan bahasa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita.
5 Pesan Sederhana, Berjuta Makna Dalam dialog interaktifnya, beliau membedah lima kalimat instruksi sederhana namun krusial yang sering ditemui dalam aktivitas harian. Siswa diajak untuk tidak hanya menghafal, tapi juga memahami konteks penggunaannya:
1. “Don’t drop it, okay?” (Jangan sampai jatuh, ya.)
2. “Don’t spill the water.” (Jangan tumpahkan airnya.)
3. “Watch out, that’s wet!” (Awas, itu basah!)
4. “Be careful, it’s slippery.” (Hati-hati, jalannya licin.)
5. “Don’t forget to flush the toilet.” (Jangan lupa menyiram toilet.)
Halaman Madrasah Jadi Panggung Praktik
Antusiasme memuncak saat Pak Rusdihardjo meminta siswa mempraktikkan dialog tersebut. Seketika, halaman madrasah berubah menjadi riuh penuh semangat. Para siswa nampak saling berhadapan, mencoba melafalkan kalimat demi kalimat dengan intonasi yang tepat. Gelak tawa dan tepuk tangan pecah saat beberapa siswa mencoba berdialog dengan gaya yang ekspresif.
Meski durasi kegiatan ini hanya berlangsung selama 15 menit, namun dampak psikologis dan edukatif yang dihasilkan sangat terasa. Kemeriahan ini membuktikan bahwa metode pembelajaran yang santai dan partisipatif jauh lebih efektif untuk membangun kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa asing.
Membangun Budaya, Bukan Sekadar Nilai
Program English Habitual Conversation ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang MTsN 12 Jombang. Madrasah menyadari bahwa kompetensi bahasa Inggris di era global bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
”Kami ingin menjadikan bahasa Inggris sebagai budaya, bukan sekadar mata pelajaran di atas kertas. Dengan memulai dari percakapan sederhana setiap Kamis, kita sedang membangun fondasi menuju madrasah bilingual yang kompetitif,” tutur kepala Madrasah.
Pagi ini, MTsN 12 Jombang kembali membuktikan bahwa religiusitas dan kecakapan global bisa berjalan beriringan. Dari sujud Duha menuju kefasihan berkata-kata, madrasah ini terus bergerak maju mencetak generasi yang tak hanya saleh secara spiritual, tapi juga unggul secara intelektual.
Solomon

