
Menjemput Berkah di Gerbang Madrasah: Tradisi Pembiasaan Pagi MTsN 12 Jombang
JOMBANG – Matahari baru saja menyapa ketika gerbang MTsN 12 Jombang mulai dipenuhi langkah-langkah antusias para siswa. Hari ini, Selasa (3/2/2026), suasana hangat menyelimuti pagi sejak pukul 06.00 WIB. Bukan sekadar rutinitas, momen di gerbang ini adalah laboratorium karakter pertama bagi siswa sebelum memasuki ruang kelas.
Senyum, Salam, dan Disiplin Tanpa Celah
Berbaris rapi di depan gerbang, bapak dan ibu guru menyambut setiap siswa dengan senyum tulus dan dialog ringan. “Apa kabar hari ini?” atau sekadar sapaan hangat menjadi pembuka hari yang membangun kedekatan emosional.
Lebih dari sekadar tegur sapa, kehadiran para guru di gerbang bertujuan untuk memastikan kedisiplinan dan ketertiban tertanam sejak dini.
Hasilnya luar biasa; tepat pukul 06.45 WIB saat gerbang ditutup, tercatat tidak ada satu pun siswa yang terlambat. Kedisiplinan ini bukan lahir dari rasa takut, melainkan dari kesadaran akan pentingnya menghargai waktu.
Melangitkan Doa di Bawah Langit Pagi
Usai penutupan gerbang, seluruh civitas akademika MTsN 12 Jombang tidak langsung menuju kelas. Halaman Madrasah berubah menjadi shaf-shaf yang rapi untuk melaksanakan Salat Duha berjamaah.
Suasana mendadak khusyuk saat lantunan doa mengalun, memohon rahmat dan rida Allah SWT. Rangkaian ibadah pagi ini dilanjutkan dengan:
Pembacaan doa mengawali belajar.
Tadarus surat-surat pendek Al-Qur’an.
Gema Asmaul Husna yang dikumandangkan dengan penuh pengharapan.
Pendidikan Karakter Melalui Kebiasaan
Kepala Madrasah menegaskan bahwa tradisi ini adalah bagian dari kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) untuk membentuk pribadi yang berakhlakul karimah. Dengan mengawali hari melalui spiritualitas yang kuat, diharapkan segala aktivitas belajar mengajar sepanjang hari mendapat kemudahan dan keberkahan.
”Kami melakukan ini dengan nikmat dan penuh syukur. Karena karakter tidak bisa dibentuk hanya dengan teori, tapi melalui pembiasaan yang konsisten setiap pagi,” ungkap salah satu guru.
Tradisi di MTsN 12 Jombang ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi juga soal menanamkan adab dan rasa syukur dalam setiap hembusan napas di lingkungan madrasah.
Solomon
